Membuat TextBox Only Numbers di Html Menggunakan JQuery
TextBox only number ini digunakan untuk text box yang memang hanya boleh diisikan dengan angka atau karakter koma(,) dan titik(.). Dalam bebearpa aplikasi kita memerlukan pembatasan dimana user tidak boleh mengisikan karakter huruf. Dengan menggunakan JQuery kita hanya melakukan validasi di client dan memangkas kemungkinan error mulai dari sumbernya. Dalam contoh kali ini, ketika user mengetikkan karakter selain angka, koma dan titik maka karakter itu tidak akan dimunculkan. Berikut ini source codenya:
<html>
<head>
<script type="text/javascript" src="jquery-1.6.js"></script>
<script type="text/javascript">
$(document).ready(function () {
$('.numbersOnly').keypress(function(event) {
var charCode = (event.which) ? event.which : event.keyCode
if ((charCode >= 48 && charCode <= 57)
|| charCode == 46
|| charCode == 44)
return true;
return false;
});
});
</script>
<title>Test</title>
</head>
<body>
<input type='text' class='numbersOnly' />
<input type='text' class='allCharacter' />
</body>
</html>
Untuk melihat demonya, anda dapat buka link ini: JsFiddle
Result: ::::::::::
Membuat Applikasi Web Java tanpa IDE
Dalam posting kali ini saya akan menjelaskan cara membuat aplikasi web yang sangat mudah tapi cukup menjelaskan basic pembuatan aplikasi web menggunakan Java. Sebelum develop aplikasi web menggunakan tools yang advance saya sangat menyarankan untuk memulainya dari hal yang mendasar seperti ini. Dengan memahami proses development sampai dengan deployment ke web server secara manual akan membangun pemahaman dasar yang bagus.
Untuk memraktekan pembuatan aplikasi web ini Anda hanya membutuhkan text editor (ex: notepad), command prompt , web server (ex: Apache Tomcat), dan tentunya jdk (java) yang sudah terinstall. Ini semua cukup mudah bukan? Dalam tutorial ini saya menggunakan sistem operasi Windows. Jika Anda menggunakan sistem operasi lain, silahkan sesuaikan.
Proses pertama, kita sediakan dulu folder-folder yang akan digunakan dalam pembuatan applikasi web. Berikut ini script command line yang digunakan untuk membuat folder-folder yang dibutuhkan: Read more…
Install Apache Tomcat di Windows
Posting kali ini akan menjelaskan installasi Apache Tomcat di Windows. Tidak seperti installer windows yang lainnya (double click, kemudian next dan next sampai akhir
). Installasi tomcat dilakukan dengan melakukan beberapa konfigurasi classpath, agar bisa diakses dari manapun di command line. Tahapannya sangat mudah, kurang lebih ada 3 tahapan berikut:
- Download
- Download Tomcat kemudian ekstrak. Hasil ekstraksi berupa folder.
- Setting Classpath
- Buka Environment Variables: Klik kanan MyComputer > Properties > pilih Advanced System Settings > pilih tab Advance > Pilih button Environment Variables. Kemudian isikan Classpath untuk JAVA_HOME dan CATALINA_HOME pada User Variable. Pilih button New kemudian isikan seperti berikut untuk setting JAVA_HOME:
-

JAVA_HOME
Pilih button New lagi kemudian isikan sebagai berikut untuk melakukan setting CATALINA_HOME:

CATALINTA_HOME
Klik Ok untuk mengakhiri proses setting classpath ini.
Untuk menguji apakah classpath sudah terpasang dengan benar, buka command line (dimana pun berada) ketik: echo %JAVA_HOME%. Jika setting benar yang akan keluar adalah path dari lokasi java, klo saya berarti: C:\Program Files\Java\Jdk1.6.0.
- Running Tomcat
- Buka command line (di manapun berada) kemudian ketik perintah: catalina.bat run
-

Catalina
- Test di Browser
- Masukkan alamat ini pada browser: localhost:8080
Membuat Game Puzzle Menggunakan Java
Sudah hampir 1 bulan ini saya bolak balik Bogor Jakarta, berangkat jam 5.30 dan kembali lagi jam 20.00. Berarti kurang lebih 14 jam 30 menit saya kerja. Kurang lebih 40% (6 jam) dari waktu itu saya habiskan di perjalanan. Kondisi jalan yang jauh plus macet, menyebabkan saya harus ‘berjalan’ selama itu. Berawal dari Angkot Kampus Dalam s.d. Laladon, dilanjutkan dengan angkot Laladon s.d. Stasiun, kemudian beralih naik KRL dari st. Bogor ke st. Manggarai, dan diakhiri dengan naik Kopaja 66 menuju kantor di Kuningan, Jakarta.
Perjalanan seperti ini saya lakukan setiap hari, kecuali akhir pekan (Sabtu dan Minggu). Bagian paling melelahkan adalah ketika di KRL. Sudah bukan rahasia lagi, angkutan KRL Bogor-Jakarta, jauh dari ideal. Jumlah penumpang yang ‘bejibun’ tidak sebanding dengan jumlah KRL. Walhasil ribuan manusia berjejelan setiap harinya di dalam KRL. Dalam kondisi seperti ini, jangan terlalu berharap dapat tempat duduk. Anda harus berjuang keras agar dapat tempat duduk dengan datang lebih pagi atau lari sekencang2nya begitu pintu KRL terbuka, dan segera meraih tempat duduk yang kosong. Saran terakhir itu tidak jarang sesama ‘pencari kursi kosong’ saling sikut berebut berlarian seperti berebut sembako
. Dan ketika saya sudah mendapatkan tempat duduk, belum tentu saya duduk di kursi itu, hati kecil saya selalu berteriak2 ketika ada ibu2 yang berdiri di depan saya, dan akhirnya saya merelakan tempat duduk itu utk ibu2. Ketika kondisinya seperti ini, berdiri adalah satu2nya cara untuk sampai ke kantor. Tahukah Anda, berapa lama jarak Bogor – Manggarai. 1 Jam! ya 1 jam. Selama itu lah para penumpang berdiri. Waktu yang cukup lama dan melelahkan, mengingat kondisi KRL yang sangat penuh dan sesak. Tak jarang sesekali terasa pengap, seperti kehabisan oksigen. Read more…
Schema Comparison di Visual Studio 2010
Schema Comparison adalah metode untuk melakukan ‘kloning’ struktur database(schema). Apa pentingnya melakukan ‘kloning’ ini? Dalam pengerjaan software yang dilakukan secara profesional, pengerjaan software biasanya melalui tahapan sebagai berikut: Development(D), QualityAssurance(QA) dan Production(P). Setiap tahapan mungkin dilakukan pada mesin (server) berbeda. Hal ini berarti, ketika proses Development selesai kemudian akan naik ke proses QualityAssurance, maka binary dari code program, database, dan lainnya akan dipindahkan dari mesin D ke mesin QA. Dalam posting ini saya akan menjelaskan sedikit pengalaman saya tentang proses schema comparison yang dilakukan menggunakan Visual Studio 2010. Selain Visual Studio, ada lagi tool lain yang memiliki fungsi sama untuk melakukan comparison yaitu Red Gate.
Skenario dari tutorial kali ini adalah,
[1]. Membuat database ‘SourceDB’ yang berisi tabel ‘Product’ di server D dan membuat database ‘TargetDB’ di server QA (pada Ms SQL Server Management Studio ).
[2]. Melakukan cloning pada Visual Studio 2010.
Membuat Database Source dan Target
Di masing-masing server buat database dengan nama SourceDB (server D) dan TargetDB (server Q)
Untuk setiap server buat masing-masing database dengan cara melakukan klik kanan pana folder database > New Database… > Masukkan nama database yang akan dibuat > Ok.
Membuat Tabel ‘Product’ di Server D
Cari database yang baru saja kita buat (SourceDB), kemudian klik tanda plus (+) yang ada di sebelah kirinya untuk menampilkan item-item di bawahnya, kemudian klik kanan pada folder Tables, pilih New Table….
Kemudian masukkan field2 untuk tabel Product:
Note:
Untuk menambahkan Primary Key, klik kanan pada fiedl ID kemudian pilih Set Primary Key. Setelah itu kemudian save, simpan dengan nama Product.
Kloning Database dari Server D ke Server Q Menggunakan Visual Studio 2010
Pilih Menu Data > Schema Compare > New Schema Comparison… Kemudian akan muncul Window baru untuk memilih koneksi database source dan Target.
Keterangan:
1. Pilih button ‘New Connection’, kemudian akan muncul windown baru
2. Masukkan nama server
3. Pilih ‘Use SQL Server Authentication’ kemudian masukan user ‘sa’ dan passwordnya
4. Pilih database yang akan dijadikan source/target kloning
5. OK
Lakukan langkah-langkah di atas untuk melakukan konfigurasi pada source schema dan target schema.
Menulis Perubahan pada Target Schema
Setelah Anda menentukan schema untuk source dan target maka hasil komparasinya akan ditampilkan di Visual Studio.
Keterangan:
1. Table dbo.Product dikenali sebagai tabel yang tidak ada di target schema.
2. Klik Write Update untuk menulis tabel yang Product pada target schema.
Selesai sudah proses komparasi sekaligus kloning ke target schema. Sebagai catatan, selain table, proses ini juga dapat melakukan komparasi StoreProcedure, View, dan Function. Cara ini cukup mudah dan cepat. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Jadi Developer Product Microsoft Juga
Posting ini merupakan posting awal saya tentang produk-produk Microsoft. Dulu saya cukup antipati sama product Microsoft, dimulai dengan alasan idealisme, sampai kepada masalah gengsi. Gengsi pake product Microsoft karena g Laki!
, letak g Laki nya karena kebanyakan cuma drag and drop dan developer benar-benar dimanjakan dengan banyak wizard, sehingga kadang2 bisa membuat developer g ngerti proses di balik wizard itu.
Tapi lambat laun rasa antipati itu hilang, ketika saya mulai masuk dunia kerja. Di tempat kerja sekarang ini, semua produk yang dihasilkan kebanyakan (atau bahkan semuanya) dihasilkan dengan menggunakan tools dari Microsoft. Visual Studio, C#, ASP .Net, MVC, K2 Workflow, Windows Mobile, Silverlight, WPF, WCF, Sharepoint, Biztalk, dll. Bahasa ibu yang saya miliki (baca: Java) tidak pernah saya gunakan untuk mengerjakan projek-projek di kantor. Lambat laun saya mulai terbiasa dengan produk-produk Microsoft di atas. Saya sekarang cukup familiar dengan C#. Awal belajar C# pun tidak cukup sulit, karena 60% nya merupakan serapan dari bahasa Java.
Perkenalan dengan Microsoft di kantor, membuat saya berfikir ulang tentang masa depan saya (lebay…
). Klo hati kecil saya terus menolak microsoft, saya tidak akan bisa all out dalam kerja alias setengah-setengah, dan tentunya hal ini berakibat kurang baik dalam hal kinerja saya di kantor. Lalu bagaimana dengan alasan2 awal saya menolak Microsoft? Klo saya mw menerima Microsoft, berarti saya harus bisa menjawab, alasan2 tersebut. Setelah saya renungkan, ini adalah jawaban yang dapat saya berikan untuk saya sendiri
- Microsoft itu seperti monster yang memakan/memonopoli perusahaan lain
G peduli, karena yang dimakan/dimonopoli pun belum tentu perusahaan yang baik. - Microsoft itu matre, pelit
Istilah matre di sini, saya sebutkan karena produk-produk Microsoft dijual sangat mahal, dan hampir tidak mungkin bisa dipake oleh orang biasa. Beruntung bagi mahasiswa atau developer di kantor yang institusinya sudah bekerja sama dengan Microsoft, dia g kena masalah ini. Ok, jawaban saya untu ini adalah. Dari pengalaman saya yang sedikit maslah development software, saya benar-benar ikut terlibat dalam setiap karakter yang saya ketikkan sendiri di keyboard. Dan saya merasakan sendiri rasa cenat-cenut di kepala ketika memikirkan algoritme yang tepat dan efisien. Dan saya juga merasakan tidak tidur semalaman untuk develop sebuah software. Dan klo software yang saya hasilkan itu, saya minta penggantinya berupa materi, maka hal itu adalah hal yang wajar, karena produk tersebut memang dibuat dengan susah payah dan saya memang pantas mendapatkan bayaran. Jadi apa maslahnya ketika kita Microsoft tidak menggratiskan produk2nya? Terus tentang harga software yang sangat mahal itu? Saya mengakui, bahwa produk2 yang dibuat Microsoft benar2 powerfull, user interfacenya bagus, yang betul2 dibuat berdasarkan analisis yang akurat terhadap user, serta integrasinya dengan semua produk Microsoft, serta dokumentasi yang sangat lengkap. Kelebihan2 ini yang saya pikir wajar jika produk2 Microsoft dijual dengan harga tinggi. Dan lagi, masalah harga adalah masalah yang relatif. Orang tidak akan merasa mahal karena apa yang dia dapatkan sebanding dengan yang dia keluarkan. Suatu software yang murah, tapi banyak bug, dan besarnya biaya perbaikkan tentunya tidak lebih menguntungkan daripada beli sofware yang mahal, reliable, dan tidak membutuhkan biaya-biaya lain yang signifikan. - Microsoft itu tidak mendidik developer
Tidak mendidik karena membiarkan developer tidak memahami/menyentuh proses di belakang layar. Hal ini sebenarnya kembali kepada developer yang bersangkutan. Bantuan ini bukan berarti developer tidak mengetahui, banyak buku, artikel, diskusi yang membicarakan proses di belakang layar, yang tentunya akan membuat developer lebih tahu tentang hal itu. Sedangkan saat development, kita dikejar dengan deadline yang membutuhkan penyelesaian yang cepat. Sehingga kemudahan2 yang diberikan oleh Microsoft sebetulnya akan lebih banyak membantu pada saat2 seperti ini. Dan fokus kita sebagai developer adalah tetap kepada algoritme dan main proses serta logic yang dibutuhkan dalam softwre tersebut. So, tetep Laki dengan pake Microsoft (dengan catatan: waktu pembuatan program harus lebih cepat, Software yang dihasilkan lebih interaktif).
Aplikasi POS
Saat ini saya akan menunjukkan aplikasi yang saya buat yaitu Point of Sale (POS). Aplikasi ini digunakan untuk mencatat data transaksi di warung/toko/supermarket atau lainnya. Aplikasi terdiri dari dua menu:
- Penjualan
- Maintenance Barang
Menu Penjualan

Pilih Barang : F1
Pencarian barang dibantu dengan searcher otomatis. Pengguna tinggal mengetikan nama barang pada text field. Dan secara otomatis nama barang dengan awalan kata yang sama akan ditampilkan dalam tabel. Untuk memilih barang yang dimaksud, dapat menggunakan mouse dengan meng-klik baris barang. Atau dapat juga menggunakan keyboard dengan menggunakan shortcut F1. Untuk pindah dari satu row ke row yang lain dalam tabel dapat menggunakan key Enter atau key arah atas dan bawah (Up & Buttom).

Pembayaran : F2
Dalam form ini pengguna tinggal memasukkan jumlah uang yang diberikan oleh pelanggan. Secara otomatis program akan menghitung kembaliannya. Jika uang yang diberikan pelanggan kurang, maka program akan memberikan peringatan.

Menu Maintenance Barang
Menu ini digunakan untuk maintenance barang. Jika barang dagangan sudah datang (pembelian), silahkan masukkan datanya di sini. Fieldnya terdiri dari, Nama Barang, Harga Beli, Harga Jual, dan Jumlah. Untuk pindah dari satu field ke field berikutnya, dapat menggunakan key Enter.

Silahkan download program lengkap(POS.rar) dan database(pos.sql) di bawah ini :
Algoritme Untuk Menemukan Bilangan Prima yang Kurang Dari N
Ini adalah salah satu soal di situs projecteuler.net,
The sum of the primes below 10 is 2 + 3 + 5 + 7 = 17.
Find the sum of all the primes below two million.
Soal ini mungkin tidak terlalu sulit, tapi yang menantang di sini adalah bagaimana menemukan jawaban dengan algoritme yang paling bagus. Sehingga kita tidak terlalu lama menunggu jawaban keluar dari program. Dalam posting kali ini, saya akan memberikan beberapa algoritme untuk menyelesaikan soal di atas.
1. Brute Force
Ini adalah algoritme yang paling mudah di buat, dan mungkin algoritme yang pertama kali terpikir ketika membaca soal di atas. Algoritme ini terdiri dari dua loop, loop pertama untuk mendapatkan bilangan prima sebelum N dan loop ke dua untuk mengecek apakah nilai pada loop pertama itu bilangan prima atau bukan. Klo dikata2in mungkin agak susah nangkapnya, jadi mari kita lihat sourcecode nya saja.
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
namespace Exercise1
{
class Program
{
public static void Main()
{
double finish = 2000000;
List l = new List();
for (int i = 2; i < finish; i++){
bool flag = true;
for (int j = 2; i > j && flag; j++)
if (i % j == 0)
flag = false;
if (flag) l.Add(i);
}
double sum = 0;
foreach (var item in l)
{
sum += item;
Console.Write("{0}, ", item);
}
Console.WriteLine("Jumlah: {0}", sum);
Console.ReadKey();
}
}
}
2. Cek Ganjil
Seperti yang kita ketahui, bilangan prima itu pasti ganjil kecuali satu saja yang tidak ganjil yaitu bilangan 2. Nah, pada algoritme ini dilakukan eliminasi terhadap bilangan genap, yang sudah dipastikan bukan bilangan prima.
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
namespace Exercise1
{
class Program
{
public static void Main()
{
double finish = 10;
List l = new List();
l.Add(2);
for (int i = 3; i < finish; i+=2){
bool flag = true;
for (int j = 3; i > j && flag; j+=2)
if (i % j == 0)
flag = false;
if (flag) l.Add(i);
}
double sum = 0;
foreach (var item in l)
{
sum += item;
Console.Write("{0}, ", item);
}
Console.WriteLine("Jumlah: {0}", sum);
Console.ReadKey();
}
}
}
3. Setengah Pembagi
Jika kita mengecek 7, maka yang dilakukan adalah: 7 % 2 != 0 | 7 % 3 != 0 | 7 % 4 != 0, nah setelah ini adalah pengulangan dari sebelumnya. Jika modulus bilangan sebelum setengahnya tidak ada yang sama dengan 0 maka, sesudah nya pun g ada.
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
namespace Exercise1
{
class Program
{
public static void Main()
{
double finish = 10;
List l = new List();
l.Add(2);
for (int i = 3; i < finish; i+=2){
bool flag = true;
double half = i/2;
for (int j = 3; i > j && flag && j < half; j+=2)
if (i % j == 0)
flag = false;
if (flag) l.Add(i);
}
double sum = 0;
foreach (var item in l)
{
sum += item;
Console.Write("{0}, ", item);
}
Console.WriteLine("Jumlah: {0}", sum);
Console.ReadKey();
}
}
}
4. Thread
Untuk thread ini, implementasinya blm tuntas saya coba, jadi blm saya sampaikan sourcecode nya di sini.
Jika ada para pembaca yang memiliki solusi yang lebih baik atau ingin mengomentari, saya persilahkan. Dengan ini diskusi saya nyatakan dibuka
[Answering] Hubungan Jaringan Syaraf Tiruan dan Pengolahan Citra Digital
Kurang lebih sebulan kemarin saya mendapat pertanyaan dari pembaca blog ini, pertanyaannya seperti ini:
Salam alaikum…
mas. blog na keren, saya lagi fokus dalam PCD (Pengelolahan Citra Digital) / Digital Image Processing dengan java.. klu bisa tutorial mengenai PCD na ditambahi dunk…hehehehe
oh ya saya mau tanya apakah PCD berhub erat dengan JST (Jaringan Saraf Tiruan)??Soalnya saya tidak ngambil JST di matkul saya,, gmn solusinya ya mas???
Makasih banyak…
Berikut ini adalah jawaban saya:
Wa’alaykumsalam….
Mudah2an dalam waktu dekat saya bisa kembali menulis tutorial tentang Image Processing lagi.
Jaringan syaraf tiruan, merupakan salah satu Machine Learning. Dia meniru cara kerja otak manusia untuk mengambil kesimpulan. Biasanya digunakan dalam proses seperti Klasifikasi, Regresi, Pattern Recognition, dll. Dia MENGUMPULKAN berbagai INFORMASI kemudian membuat model dari informasi itu, dan dengan model itulah kemudian dia melakukan ‘banyak’ hal.
Informasi yang dimaksud adalah seperti ini: Ketika waktu kecil, mungkin kita tidak tahu nama dari benda yang suka diduduki manusia, tapi seiring berjalannya waktu. Kita mendengar ayah kita mempersilahkan duduk tamunya, “silahkan duduk di kursi”, oh ternyata itu namanya kursi. Awalnya kita hanya mengenal kursi di rumah yang terbuat dari kayu yang sederhana. Seiring berjalannya waktu, di luar sana kita pun menjumpai orang duduk di tempat yang ada sandarannya dan sepertinya empuk untuk didudukki. Karena kita memiliki pengetahuan awal tentang kursi dan juga mengetahui bahwa benda tersebut memiliki kemiripan dengan kursi yang pernah diamati sebelumnya, maka kita dapat menyimpulkan bahwa itu juga adalah kursi. So, dengan proses menyerap informasi ini, kita menjadi tahu dan bisa membedakan mana kursi mana bukan kursi. Begitu juga dengan JST ini, dia belajar dari informasi yang kita berikan.
Read more…
Mengoptimalkan Kerja Kelompok dengan Tools Gratis di Internet
Semakin bertambahnya usia, semakin banyak ilmu dan infomrasi yang diterima. Rasanya sangat disayangkan kalau ilmu itu hanya disimpan dalam kepala. Tulisan dalam blog ini merupakan bagian dari ilmu yang sudah saya dapatkan dan saya coba ikat dan bagikan ilmu tersebut di sini. Selamat membaca.
Saya, Prawito Hudoro, dan Bagus sedang semangat mengerjakan game Android. Di anatara kami bertiga, hanya saya yang kerjaannya nulis program. Prawito juga sebetulnya cukup aktif sebagai programmer sejak SMA, bahkan dia pernah ikut TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) sampai provinsi, tapi dalam projek ini dia fokus untuk menuliskan ide kreatif dari game. Sedangkan Bagus dia mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB, dan sangat mahir membuat gambar-gambar semacam manga. Dalam projek ini bagus fokus dalam membuat tampilan game. Kami bertiga bekerja sama untuk membangun aplikasi ini secepat mungkin, dengan kondisi yang terpisah serta sibuk dengan aktifitas masing-masing. Tapi untungnya, kami masih dapat mengakses internet yang tentunya dapat menggabungkan hasil kerja.
Sampai saat ini baru dua tools yang kami gunakan untuk sharing pekerjaan di internet, GoogleDocs dan GoogleCode. Ya keduanya sangat membantu kami dalam berinteraksi. Google Docs sangat mirip dengan aplikasi office (open office atau microsoft office). Ada Word, SpreadSheet, dan Presentation dan Form. Jika Anda mahir mengoperasikan office saya jamin tidak akan kesulitan dengan GoogleDocs ini. Bedanya dengan Office adalah GoogleDocs dapat digunakan secara bersamaan oleh dua orang atau lebih dalam tempat dan waktu yang berbeda. GoogleCode dan mungkin ini yang paling asing atau jarang digunakan oleh orang. GoogleCode digunakan sebagai repository Subversion. Dalam google code ini saya menyimpan code-code program Android yang sedang dikembangkan. Code-code itu dapat digunakan secara bersamaan oleh kami, kemudian dilakukan perubahan terhadap code itu, dan kemudian di commit kembali ke repository. Wito yang pernah aktif di dunia pemrograman saya coba libatkan juga di sini, untuk bersama membangun code-code program agar projek dapat cepat terselesaikan.





Komentar Terakhir